Suara.com - Seorang tentara Korea Selatan yang membunuh lima rekannya sendiri, belum berhasil ditangkap. Pasukan Korea Selatan masih mengepung tempat persembunyian tentara berpangkat sersan itu.
Sebelumnya, kantor berita Yonhap dan televisi YTN mengatakan, tentara tersebut sudah ditangkap. Namun, ternyata belum. Pejabat dari Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Pengepungan masih berlangsung.
Sersan Lim, tentara tersebut melakukan aksi mengejutkan pada Sabtu (21/6/2014) malam. Sepulang dari shift kerjanya, dia melemparkan sebuah granat dan memberondongkan peluru ke arah rekan-rekannya. Serangan tiba-tiba itu menewaskan lima tentara dari kesatuannya. Tujuh tentara lainnya juga terluka dalam serangan itu.
Usai melakukan aksinya, Sersan Lim kabur. Pengejaran besar-besaran pun dilakukan. Pasukan pemburu bahkan diberikan perintah untuk tembak di tempat jika Lim tidak menyerah. Lim ditemukan sedang bersembunyi di sebuah sekolah di Goseong. Baku tembak sempat terjadi antara Lim dan pasukan pengepung. Orang tua Lim dipanggil untuk membujuk anak mereka agar menyerah. Namun, upaya tersebut tidak berhasil. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah