Suara.com - Harta kekayaan calon presiden Joko Widodo mencapai Rp29,8 miliar dan tercatat memiliki utang sebesar Rp1,9 miliar.
"Ini sudah dilaporkan ke KPK pada 14 Mei dan diklarifikasi pada 27 Juni," kata Jokowi saat membacakan pelaporan harta kekayaan capres dan cawapres di kantor KPU, Jakarta, Senin (1/7/2014).
Rinciannya, Jokowi memiliki 24 bidang tanah dengan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebesar Rp29,4 miliar.
Gubernur (nonaktif) DKI Jakarta ini juga memiliki alat transportasi sebanyak 12 unit dengan harga pasar Rp954 juta. Jokowi mempunyai usaha di bidang perternakan, perikanan, pertanian, kehutanan, dan pertambangan dengan nilai Rp572 juta.
Jokowi memiliki 16 buah logam mulia dengan harga Rp27,2 juta dan empat buah batu mulia seharga Rp15 juta, 83 unit harta bergerak lainnya seharga Rp319 juta, 16 rekening dengan isi Rp488 juta dan tiga rekening berisi 27.633 dolar AS.
Kemudian, Jokowi juga melaporkan memiliki utang dengan total Rp1,9 miliar.
Sebagai catatan, beberapa harta tidak bergerak dan harta bergerak atas nama Jokowi dimasukkan dalam penyertaan modal PT Rakabu Sejahtera sebagai setoran modal untuk saham atas nama anak di luar tanggungan.
Jokowi merupakan capres nomor urut dua yang berpasangan dengan Jusuf Kalla. Sedangkan capres-cawapres nomor urut satu adalah Prabowo Subianto – Hatta Rajasa.
Bandingkan dengan harta kekayaan Prabowo yang mencapai Rp1,6 triliun dan 7,5 juta dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!