Suara.com - Ada satu aksi yang tergolong tidak biasa yang dilakukan Novak Djokovic, kala akhirnya memastikan kemenangan di final turnamen grand slam Wimbledon atas Roger Federer. Untuk diketahui, Djokovic akhirnya dipastikan meraih trofi, setelah mengalahkan petenis Swiss itu dengan skor 6-7(7), 6-4, 7-6(4), 5-7 dan 6-4, Minggu (6/7/2014) waktu setempat.
Saat itu, begitu memastikan poin terakhir diraihnya, Djokovic mengekspresikan kegembiraannya sembari berlutut menelungkup di lapangan. Tak lama, dia lantas menuju posisi tempat duduknya di mana pelatih dan timnya berkumpul. Dia pun meluapkan kegembiraan di situ, sembari terlihat menangis.
Gaya perayaan itu barangkali cukup lumrah bagi kebanyakan orang. Namun yang mungkin tidak terlalu diperhatikan banyak orang adalah saat menelungkup di lapangan tersebut, Djokovic sempat meraih sejumput rumput Wimbledon, lantas mengunyahnya. Hal itu setidaknya sebagaimana dicatat dan sempat diabadikan oleh Reuters.
Entah apa alasan khusus Djokovic untuk gaya perayaan dengan mengunyah rumput itu. Yang jelas mungkin, rasa lega dan senang luar biasa telah memenangi pertarungan berat, atau mungkin juga kegembiraan akhirnya kembali bisa menjadi juara, yang mendorongnya bereaksi demikian.
Untuk diketahui, laga final panjang lima set itu memakan waktu hampir 4 jam lamanya. Dalam catatan pertandingan itu pula, Djokovic diketahui hanya unggul tipis atas Federer, bahkan sempat kalah dalam beberapa aspek.
Berikut catatan statistik pertandingan final Wimbledon 2014:
Novak Djokovic (unggulan 1) vs Roger Federer (unggulan 4)
Persentase servis pertama: 62 banding 69
Ace (servis peraih angka): 13 -- 29
Double fault: 3 -- 5
Kesalahan sendiri: 27 -- 29
Konversi break point: 4 dari 15 -- 3 dari 7
Poin permainan net: 26 dari 35 -- 44 dari 67
Total poin diraih: 186 -- 180
Servis terkeras: 199 km per jam -- 204 km per jam
Durasi pertandingan: 3 jam 56 menit
[Reuters]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo