Suara.com - Sehari jelang perayaan Idul Fitri, seorang perempuan penganut aliran Ahmadiyah tewas bersama dua cucunya perempuannya di Gujranwala, Pakistan. Ketiganya tewas setelah seorang anggota Ahmadiyah lainnya mengunggah status yang dinilai menghujat Islam ke Facebook.
Peristiwa nahas itu berawal dari perang mulut antara seorang pemuda anggota Ahmadiyah dengan beberapa pemuda Muslim lainnya. Perkelahian dipicu status Facebook si pemuda Ahmadiyah yang dianggap penistaan terhadap agama.
"Lalu, datanglah sekelompok massa yang berjumlah sekitar 150 orang ke kantor polisi menuntut agar si pemuda dijerat dengan kasus penghujatan," kata seorang petugas kepolisian setempat.
Saat polisi mencoba bernegosiasi dengan massa, sekelompok massa lainnya menyerang dan membakar beberapa rumah milik warga Ahmadiyah. Akibatnya, seorang perempuan tua bersama dua cucunya tewas. Si pemuda yang membuat status di Facebook justru selamat tanpa cedera.
Polisi dikritik keras lantaran dinilai melakukan pembiaran.
"Polisi hanya menonton aksi pembakaran. Mereka tidak melakukan apapun untuk menghentikan aksi massa," kata Salim ud Din, seorang juru bicara komunitas Ahmadiyah setempat.
Namun, polisi membantah tudingan tersebut. Pihak berwajib mengaku sudah berupaya melakukan pencegahan.
Di Pakistan, Ahmadiyah dinyatakan sebagai agama non-Muslim sejak tahun 1984. Berdasarkan undang-undang tersebut, umat Ahmadiyah dilarang mengucapkan salam umat Muslim, berdoa seperti umat Muslim, serta dilarang menyebut tempat ibadah mereka sebagai Masjid. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan