Suara.com - Stasiun televisi terbesar di Pakistan didera kasus penghujatan lantaran menayangkan acara yang dinilai menyinggung perasaan umat Muslim. Akibatnya, para jurnalis tv dan keluarganya menerima ancaman pembunuhan.
Kasus itu berawal saat Geo Television, stasiun tv tersebut memperdengarkan lagu tradisional yang berkisah tentang pernikahan putri Nabi Muhammad. Celakanya, lagu itu mengudara bersamaan dengan adegan orang yang sedang mengangkat sepasang sepatu.
Memang, dua hal tersebut - lagu tradisional dan tradisi mengangkat sepatu - merupakan unsur tradisi dalam sebuah upacara pernikahan. Sayang, kemunculannya yang bersamaan itulah yang dipermasalahkan karena dianggap sebagai bentuk penghujatan.
Puluhan petisi pun dilayangkan ke Mahkamah Agung Islamabad terkait hal itu. Pada hari Senin, seorang pengacara yang mewakili sekelompok ulama radikal di Masjid Merah mengajukan petisi semacam itu. Tak hanya Geo Television yang digugat, tapi juga penyanyi, pencipta lagu, pengelola televisi kabel, pembuat regulasi televisi, dewan ulama nasional dan ARY, televisi saingan Geo.
ARY ikut terseret lantaran berulang kali menyiarkan cuplikan acara yang dianggap menghujat tersebut. Di Pakistan, kembali menyiarkan maupun memperdengarkan penghujatan yang dilakukan pihak lain, juga dianggap sebagai penghujatan.
Menyusul datangnya tuntutan tersebut, Geo Television mengambil sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya adalah menutup logo tv di kendaraan operasional mereka. Geo juga membatasi pergerakan para kru dan pegawainya. Stasiun itu juga mendapat ancaman pembunuhan terhadap para jurnalis dan keluarganya. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan