Suara.com - Jenazah Bripda Prayoga Aksel Jeteru Ginuni yang kini disemayamkan di Asrama Mamoribo, Kota Jayapura, Papua, akan dikirimkan ke Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (30/7/2014) siang, menggunakan penerbangan Garuda Indonesia.
"Jenazah Bripda Prayoga sementara disemayamkan di Asrama Mamoribo," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo di Jayapura, Selasa (29/7/2014) sore.
Sementara itu, jenazah Bripda Zulkifli pukul 16.00 WIT dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kesuma Bangsa Trikora Waena, Kota Jayapura.
Tante Bripda Prayoga, Pdt Merry Kabes, saat ditemui di Asrama Mamoribo Padang Bulan mengatakan bahwa almarhum keponakannya adalah anak kedua dari tiga bersaudara.
"Tahun lalu, mamanya meninggal karena kaget mengira anaknya kena tembak di Lanny Jaya. Sekarang Prayoga yang kami terima kabar dan meninggal karena kena tembak," katanya dengan mimik sedih.
Prayoga, kata Pdt Merry, merupakan sosok anak yang sabar dan baik, serta kebanggaan keluarga karena menjadi seorang abdi negara.
"Kami berharap peristiwa ini menjadi perhatian semua pihak. Kalau bisa Kabupaten Lanny Jaya dan Puncak Jaya yang sering terjadi penembakan ditutup saja," katanya.
Di kedua kabupaten itu, kata aktivis LSM P3W tersebut, kerap kali diberitakan terjadi aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil dan aparat TNI/Polri.
"Seharusnya pemda setempat memberikan perhatian lebih terkait kasus penembakan. Apakah memang betul ada aspirasi lain atau konflik kepentingan," katanya.
Menurut dia, jika saja penembakan itu yang menjadi korban adalah salah satu warga Pegunungan Tengah Papua, sudah pasti mereka akan menuntut ganti rugi, tapi saat ini yang menjadi korban adalah anak pesisir pantai atau non-Papua.
"Kami mohon ada keadilan. TNI/Polri harus ungkap penembakan ini, kami sebagai keluarga merasa ada hal lain sampai ada penembakan," katanya.
Jenazah almarhum Bripda Prayoga dan Bripda Zulkifili pada Selasa siang sekitar pukul 13.30 WIT tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura menggunakan penerbangan Trigana Air. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran