Suara.com - Kota-kota di Australia kembali mendominasi daftar kota-kota yang paling ramah untuk didiami manusia di dunia. Melbourne, Adelaide, Sydney, dan Perth masuk dalam 10 besar indeks kota paling mendukung kehidupan manusia menurut Economist Intelligence Unit.
Melbourne menduduki urutan pertama daftar yang disusun oleh majalah The Economist itu. Ibu kota negara bagian Victoria tersebut, dengan demikian, sudah empat kali berturut-turut memuncaki daftar tersebut.
Sementara itu Adelaide duduk di urutan kelima, Sydney ketujuh, dan Perth ada di daftar kesembilan.
Dalam menyusun indeks itu The Economist menggunakan beberapa indikator seperti layanan kesehatan, pendidikan, infrastuktur, dan olahraga. Dalam empat kategori itu Melbourne meraih nilai sempurna, 100. Melbourne juga mendapat nilai tinggi dalam hal stabilitas, lingkungan hidup, serta budaya.
Adapun kota-kota yang mendapat nilai paling buruk rata-rata berada di area konflik. Kota-kota itu dinilai kurang layak dihuni manusia karena rendahnya stabilitas, yang kemudian berpengaruh pada faktor hidup layak lainnya.
Berikut adalah daftar 10 kota paling layak huni menurut The Economist:
1. Melbourne, Australia
2. Wina, Austria
3. Vancouver, Kanada
4. Toronto, Kanada
5. Adelaide, Australia
5. Calgary, Kanada
7. Sydney, Australia
8. Helsinki, Finlandia
9. Perth, Australia
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK