Suara.com - Regu penyelamat dari Badan SAR Nasional serta kepolisian dan masyarakat mengevakuasi Rian Hadi, pendaki yang tewas di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Korban tewas diduga karena terjatuh ke dalam jurang.
"Korban berhasil kami evakuasi sekitar pukul 11.45 Wita dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selong, Kabupaten Lombok Timur menggunakan mobil ambulan," kata Koordinator Pos Kayangan, Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Putu Arga, ketika dihubungi dari Mataram, Rabu (27/8/2014).
Pendaki naas itu dilaporkan mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia pada Minggu (24/8/2014), namun tim Basarnas memperoleh informasi dari masyarakat pada Senin (25/8/2014).
Rian Hadi, warga Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, diketahui sebagai leader dari 14 rombongan pemuda pecinta alam dari berbagai daerah yang melakukan pendakian melalui jalur Sembalun. Ia diduga terpeleset sehingga terjatuh ke dalam jurang.
Sebanyak 17 orang tim Basarnas dari Pos Kayangan kemudian bergerak melakukan pencarian bersama masyarakat dari dua jalur pendakian, yakni Sembalun dan Timbanuh, Kabupaten Lombok Timur.
Pada hari pertama pencarian, kata Putu Arga, pihaknya belum berhasil mengevakuasi korban karena lokasi jatuhnya berada di jurang yang curam dengan kemiringan hingga 90 derajat, sehingga petugas harus ekstra hati-hati.
Regu penyelamat bahkan sempat bermalam di pos dua jalur pendakian dan melanjutkan upaya pencarian pada pagi hari, Selasa (26/8/2014).
Upaya evakuasi menggunakan alat khusus agar bisa menaikkan tubuh korban dari dalam jurang.
Korban akhirnya bisa diangkat dari jurang sekitar pukul 18.00 Wita, namun tidak langsung dibawa turun gunung karena jarak dari lokasi penemuan jenazah korban ke pos tiga jalur pendakian relatif jauh dan kondisi sudah gelap.
"Tim penyelamat akhirnya memutuskan untuk bermalam di Pelawangan bersama jenazah korban," ujarnya.
Upaya evakuasi, kata Putu Arga, kemudian dilanjutkan pada Selasa pagi (27/8/2014) dibantu oleh 30 orang tim penyelamat dari unsur kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur dan masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!