Suara.com - Balap mobil Formula 1 (F1) akan segera kembali digelar akhir pekan ini, di Sirkuit Monza, dalam seri GP Italia. Menghadapi balapan seri ke-13 tersebut, dua pebalap tim Red Bull, Sebastian Vettel dan Daniel Ricciardo, sama-sama mengaku sudah siap menjalani segala tantangannya.
"Bagiku, salah satu tempat terbaik jelas Monza, dalam hal sirkuit balapan, yang merupakan salah satu sirkuit tercepat yang harus kami jalani. Lintasan sepanjang 5,793 km itu memiliki titik-titik deselerasi brutal, serta terutama sulit dalam pengereman, sekaligus membuat ban harus merasakan beban berat," ujar Vettel.
"Terutama sekali di tikungan-tikungan cepat macam Curva Grande dan Parabolica. Benar-benar luar biasa sulit di Monza untuk mendapatkan putaran yang sempurna, karena hampir mustahil melalui setiap belokan dan tikungan zigzag sebagaimana yang Anda harapkan," sambung pebalap yang tahun lalu mampu meraih posisi pertama di Monza itu.
"Tantangan terbesar di Monza belakangan ini adalah zona pengeremannya. Tikungan zigzag pertama adalah contoh paling jelas: Anda harus menurun ke tikungan pertama itu di kecepatan tertinggi yang bisa diraih mobil F1, lalu mengerem di beberapa tikungan terketat yang bisa ditemui sepanjang tahun," ungkap Ricciardo pula.
"Saya memang tidak begitu menyukai lintasan lurus panjang; saya rasa itu membosankan, dibanding melalui serangkaian tikungan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Tapi Monza adalah pengecualian," tambah pebalap yang di balapan GP Belgia lalu sukses meraih juara itu.
"Jelas, ini adalah tipenya Ferrari. Tapi sebelum-sebelum ini rasanya cukup bagus bagiku. Saya akan senang jika bisa meraih kesempatan berdiri di atas podium sirkuit hebat ini dan menikmati rasanya," tandasnya. [Formula1.com]
Berita Terkait
-
Ajang AHDC 2026 Perkuat Proses Pembinaan Pebalap Muda Lewat Kompetisi Berjenjang
-
Dari Balap Karung ke Mobile Legends, Transformasi Tradisi di Tangan Gen Z
-
ARRC Mandalika Memanas! Misi Pembuktian Pembalap Cedera dan Ambisi Besar Pasukan CBR Series
-
Sean Gelael Bongkar Rahasia Balap Endurance, Soroti Ketahanan Fisik dan Performa Mesin
-
Senna: Drama Biografi yang Menghidupkan Kembali Sang Legenda Formula 1
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan