Ajang AHDC 2026 Perkuat Proses Pembinaan Pebalap Muda Lewat Kompetisi Berjenjang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:04 WIB
Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa. (Instagram/@mk.ramadhipa212)
  • Astra Honda Dream Cup 2026 di Sirkuit GOR Satria Purwokerto menjadi wadah pembinaan berjenjang bagi pebalap muda Indonesia.
  • Pebalap Kiandra Ramadhipa menyatakan kompetisi sejak 2018 tersebut memberikan proses pendidikan penting untuk membangun karier balap profesional.
  • Pebalap Gerry Salim menilai penambahan jumlah pelaksanaan menjadi tiga seri tahun ini membuat persaingan semakin ketat.

Suara.com - Astra Honda Dream Cup atau AHDC 2026 kembali mengukuhkan perannya sebagai pilar penting dalam pembinaan pebalap muda Honda di Indonesia. Kompetisi balap yang diselenggarakan secara berjenjang ini tidak sekadar menjadi arena adu kecepatan namun juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan bagi para pebalap sebelum melangkah ke level internasional.

Pebalap muda berbakat Kiandra Ramadhipa merasakan langsung manfaat dari pola pembinaan ini. Menurutnya perkembangan seorang pebalap profesional memerlukan waktu panjang dan tidak bisa diraih secara instan. Ramadhipa bercerita bahwa ia telah mengikuti ajang AHDC sejak tahun 2018 untuk mengasah kemampuannya.

"Ya, tentunya sangat penting. Karena dulu saya juga mengikuti kejuaraan ini dari 2018. Mungkin kan memang enggak cepat prosesnya. Jadi harus, ya memang ada pendidikannya," kata Ramadhipa kepada wartawan saat ditemui di Sirkuit GOR Satria Purwokerto pada Minggu 16 Agustus 2026.

Eksistensi kompetisi yang terstruktur ini sangat vital dalam membentuk mental serta kemampuan teknis terutama bagi mereka yang baru memulai karier balap. AHDC mempertemukan pebalap dari berbagai wilayah dengan latar belakang usia serta pengalaman yang bervariasi sehingga memacu adaptasi terhadap tekanan kompetisi sejak dini.

Senada dengan hal itu pebalap senior Gerry Salim melihat adanya perkembangan positif dari sisi kualitas persaingan. Pada tahun 2026 AHDC digelar dalam tiga seri dengan putaran kedua yang berlangsung di Sirkuit NP GOR Satria Purwokerto Jawa Tengah. Penambahan jumlah seri ini memberikan peluang lebih besar bagi para peserta untuk mengumpulkan poin dan membangun konsistensi.

"Persaingannya lebih ketat dan sebelumnya kan cuma satu seri saja di Jawa, dan tahun ini ada tiga seri ya. Semoga ke depannya bisa terus bertambah serinya seperti sebelumnya. Jadi, ada poin, lebih seru lagi," ujar Gerry Salim.

Melalui program regenerasi yang berkelanjutan AHDC 2026 terus menyiapkan jalur bagi bibit muda untuk menimba pengalaman. Fokus ajang ini bukan hanya mencari pemenang di garis finis tetapi juga membangun fondasi kuat bagi masa depan dunia balap motor Indonesia.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com