Suara.com - Dua kubu pendukung dan penolak Pilkada langsung akan bertarung habis-habisan saat Paripurna pengesahan RUU Pilkada langsung yang akan digelar hari ini, Kamis (25/9/2014).
Kubu penolak yang berada di bawah barisan partai politik dalam Koalisi Merah Putih (KMP), yang terdiri dari Golkar, Gerindra, PPP, PAN dan PKS mengklaim tetap optimistis bisa memenangkan pertempuran melawan kubu pendukung di gerbong PDI Perjuangan yang mendukung penuh Pilkada langsung.
PDI Perjuangan bersama Hanura dan PKB rupanya tak mau kalah, meski sempat kalah dalam hitungan kursi, tapi belakangan kemungkinan jumlah kursi saat pemungutan suara nanti akan terbantu kekuatan baru dari suara Fraksi Demokrat, yang belakangan sikapnya berbalik menjadi pendukung Pilkada langsung.
Sebelum Fraksi Partai Demokrat berubah sikap, jumlah suara di DPR antara yang mendukung Pilkada langsung dan yang menolak beda jauh. Tiga fraksi yang mendukung, PDI Perjuangan, PKB, dan Hanura jumlah suaranya hanya 139 orang. Sedangkan fraksi-fraksi penolak pilkada langsung mencapai 421 kursi.
Apabila di sidang nanti dilakukan voting, kecil kemungkinan pendukung Pilkada langsung menang tanpa Demokrat.
Tapi, setelah SBY mengarahkan Demokrat mendukung Pilkada langsung, jumlah pendukung Pilkada langsung bertambah 148 suara dari Fraksi Partai Demokrat.
Jumlah total pendukung Pilkada langsung menjadi 287 kursi. Sedangkan fraksi yang tergabung di Koalisi Merah Putih berkurang menjadi 273 kursi.
Tapi itu baru hitung-hitungan di atas kertas. Banyak hal bisa terjadi karena masing-masing kubu punya usaha untuk menyukseskan agendanya.
Belum lagi ditambah kemungkinan ada anggota dari masing-masing kubu yang membelot. Cara yang umum dilakukan adalah dengan tidak hadir dalam sidang.
Cara itulah yang mungkin jadi senjata ampuh buat musuh internal fraksi. Hal itu persis seperti diperkirakan salah seorang anggota Fraksi Golkar Agus Gumiwang yang menyatakan kemungkinan besar akan dilakukan oleh Anggota Fraksi Golkar, meski sudah ada ancaman pemecatan.
“Tidak semua berani (terbuka), tapi kemungkinan mereka tidak hadir bisa saja,” kata Agus kepada suara.com kemarin, Rabu (24/9/2014).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement