Suara.com - Peneliti Senior Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo, mengatakan pemerintahan Jokowi-JK terancam karena kalah jumlah di parlemen dengan adanya Koalisi Merah Putih.
Apalagi ada beberapa undang-undang yang belakangan ini disahkan DPR dan dianggap tidak menguntungkan Kabinet Jokowi-JK.
"Peristiwa politik ini harus jadi warning bagi Jokowi-JK. Kalah di MD3 dan RUU Pilkada, bisa saja nanti kebijakan Jokowi-JK nggak berjalan kalau pendukung mereka tidak mencapai 50 persen," ujar Karyono dalam diskusi "Membawa Arah kabinet Jokowi-JK, Kabinet Trisaksi atau Transaksi?" di Cikini, Jakarta, Minggu (28/9/2014).
Malah, Karyono menilai ada beberapa undang-undang yang seakan mengerjai pemerintahan Jokowi-JK mendatang.
"Bisa saja ada Undang Undang atau RUU yang digolkan yang tujuannya kerjain Jokowi-JK. Kalau ada voting kekuatan kurang 50 persen bakal mengalami banyak kekalahan," sambungnya.
Karyono menilai, Jokowi yang berharap bisa menciptakan pemerintahan trisakti, akan mengalami sejumlah dilema dalam menjalani pemerintahannya nanti.
"Adanya dilema dalam interest group, yaitu kepentingan partai dan bisnis pemodal. Kemudian melihat political reality, di mana sampai detik ini, dukungan politik di parlemen Jokowi-JK masih lemah karenanya menimbulkan budaya politik transaksional. Dan, UUD 45 hasil amandemen juga sulit mewujudkan ajaran trisakti, banyak aturan yang bertabrakan dengan UUD dan ajaran trisakti," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin