Suara.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga kini belum menentukan seorang ketua yang akan memimpin 132 orang senator.
Menurut pantauan suara.com, suasana persidangan di DPD tak kalah seru dengan DPR dan dimeriahkan dengan hujan interupsi saat proses pemilihan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Periode 2014-2019.
Para anggota DPD mempermasalahkan proses penyerahan formulir pendaftaran bakal calon pimpinan DPD.
"Interupsi pimpinan, interupsi. Saya mau bicara pimpinan," ucap Anggota DPD, I Gede Pasek Suardika.
Interupsi yang diajukan Pasek lantaran mempermasalahkan penyerahan formulir yang dianggap mengurangi unsur kerahasiaan. Pasalnya, panitia yang berasal Setjen membuka map yang berisi formulir nama-nama yang didaftarkan atau diajukan calon pimpinan DPD.
"Perhatikan aspek kerahasiaan. Ini setengah kerahasiaan sudah hilang," ujar dia.
Menanggapi hal itu, perwakilan dari DPD yang lain juga mengajukan intrupsi kepada pemimpin sidang Aidil Fitrisa.
"Pimpinan saja yang memverifikasi. Kita percaya sama pimpinan," kata anggota Dewan tersebut.
Tak tahan dengan banyaknya interupsi didalam ruangan sidang, Aidil mengambil langkah untuk menskors sidang selama 30 menit, palu pun sudah di ketuknya. Tak lama ia mengetuk palu masih terlihat intrupsi dilontarkan anggota Dewan.
"Saya meminta dilanjutkan saja pimpinan, biar ngga makan waktu, langsung saja," ucap anggota dewan.
"Salat-salat," kata Anggota dewan yang setuju dengan pimpinan sidang.
"Salatnya nanti gantian," kata Anggota Dewan yang minta sidang tidak diskors.
Menanggapi hal itu, Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Laode Ida juga merasakan hal yang sama, menurutnya antara pimpinan dengan anggota dewan tidak ada arah yang jelas.
"Selama saya memimpin sidang nggak ada yang kacau selama 10 tahun, memang harus tegas, yang lebih tegas secara temporer," Laode menambahkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Cegah Kecelakaan Saat Mudik, Kemnaker Periksa Kesehatan dan Kelelahan Pengemudi di 6 Kota
-
Prabowo Minta Pengusaha Batu Bara dan Kelapa Sawit Prioritaskan Kebutuhan Nasional
-
Feri Amsari: Negara Harus Ungkap Pelaku Serangan Andrie Yunus atau Dianggap Bagian dari Kejahatan
-
Profil Bupati Cilacap Syamsu Auliya Rachman yang Terjaring OTT KPK, Harta Tembus Rp11 Miliar
-
Pegang Data Intelijen, Prabowo Ungkap Motif Pengamat yang Sering Sebut Indonesia Hancur
-
Bukan Cuma Bupati, KPK Tangkap 26 Orang Lainnya di OTT Cilacap
-
Perintah Prabowo ke Menteri Jelang Lebaran: Harga Stabil, BBM Aman dan Menpar Aktif Promosi Wisata
-
Jerit Tioman dan Kisah Rifya Melawan Tambang di Dairi hingga Halmahera
-
Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Upaya Pembunuhan, Pelaku Terorganisir!
-
Krisis Landa Banyak Negara, Prabowo: Rakyat Harus Tenang, Kita Masih Punya Kekuatan dan Kemampuan