Suara.com - Pelatih sepak takraw Indonesia, Muhammad Amkar, menilai pencapaian tim nasional dalam ajang Asian Games XVII di Incheon, Korsel, seharusnya bisa lebih baik. Syaratnya adalah jika Indonesia tidak bertemu dengan tim tuan rumah di babak semifinal.
Menurut Amkar yang berbicara di Makassar, Jumat (10/10), jika berdasarkan kemampuan, maka timnas Indonesia justru lebih lebih baik dari tim Korsel. Hanya saja karena sejumlah faktor, timnya harus gagal mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Saya pribadi tidak cukup puas dengan perolehan tiga medali perunggu di Asian Games. Kita sebenarnya punya peluang yang lebih baik. Saya kira, ini juga tidak lepas dari faktor kekurangberuntungan tim Indonesia," jelas Amkar yang baru saja tiba di Makassar pasca-Asian Games tersebut.
Seperti diketahui, tim sepak takraw Indonesia menyumbangkan tiga medali perunggu di Asian Games 2014. Ketiga perunggu itu masing masing diraih melalui nomor tim putra, nomor tim putri, serta dari nomor regu putri.
"Kami tentu tetap bersyukur dengan hasil ini. Mudah-mudahan kita bisa meraih hasil yang lebih baik ke depannya. Apalagi pada Asian Games 2018, Indonesia akan tampil sebagai tuan rumah," kata Amkar lagi. [Antara]
Berita Terkait
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
NOC Indonesia Umumkan CdM Indonesia untuk Asian Games 2026
-
Persiapan Indonesia Jelang Asian Games 2026 Diselimuti Ketidakpastian, Dana Pelatnas Kena Efisiensi
-
Isu Anggaran, PBVSI Masih Menunggu soal Keikutsertaan Timnas Voli di Asian Games 2026
-
Perebutkan Poin UCI, Tour de Bintan 2026 Jadi Pemanasan Atlet Nasional ke Asian Games Nagoya
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!