Suara.com - Ketua DPP Partai Gerindra Desmon J Mahesa menilai langkah Presiden Joko Widodo berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pusat Pelaporan Transaksi dan Analisis Keuangan dalam proses seleksi calon menteri adalah upaya mencari popularitas.
"Bisa biasa saja, atau malah cari popularitas," kata Desmon di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/10/2014).
Desmon menambahkan memilih menteri merupakan hak prerogatif presiden. Itu sebabnya, menurut dia, Jokowi tidak perlu mengirimkan nama calon menteri untuk diseleksi KPK dan PPATK.
Menurut Desmon seleksi menteri bisa dilakukan tim Jokowi secara tertutup, misalnya dengan menelusuri rekam jejak para kandidat dengan meminta komentar kedua lembaga tersebut.
"Kan bisa dimintai komentarnya KPK, si Udin bagaimana ini? Tertutup saja," kata Desmon.
Jokowi memang berkomitmen melibatkan KPK dan PPATK dalam proses seleksi menteri. Jokowi ingin menterinya benar-benar bersih.
Pada Jumat pekan lalu, Tim Transisi Jokowi-JK yang diwakili Rini Soemarno dan Hasto Kristiyanto telah menyerahkan 43 nama calon menteri kepada kedua lembaga negara tersebut untuk diselidiki. [Bagus Santosa]
Berita Terkait
-
BBW Jakarta 2026 Buka 24 Jam Nonstop, Bisa Belanja Buku Tengah Malam hingga Dini Hari
-
Di Balik Laju Whoosh, Terjalin Persahabatan dan Pertumbuhan Ekonomi RI-Tiongkok
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Pupuk Lancar Gabah Mahal, Petani Majalengka Bongkar Rahasia Cuan di Era Prabowo
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur
-
Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran