Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeladah rumah milik mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu yang berlokasi di Bintaro, Tanggerang Selatan hari ini, Rabu (22/10/2014).
Penggeledahan dilakukan terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek Detailing Engineering Design (DED) Pembangkit Listrik Tenaga Air sungai Membramo dan Urumuka di Provinsi Papua tahun 2009-2010.
"Penyidik hari ini (22/10/2014) menggeledah satu lokasi rumah milik Barnabas Suebu di Jl.Pinguin Sektor 3 Bintaro, Tangerang Selatan," kata Johan Budi SP melalui pesan singkatnya, Rabu (22/10/2014).
Seperti diberitakan, Barnabas Suebu diduga telah melakukan penyalahgunaan kewenangan juga penggelembungan harga dari proyek yang nilai anggarannya mencapai Rp56 miliar, dan negara mengalami keruhian sekitar 36 Miliar rupiah.
“Sementara, kerugian negara yang bisa disimpulkan sampai saat ini sekitar Rp 36 miliar,” kata Johan saat memberikan keterangan pers di kantor KPK, Jakarta, Selasa (5/8/2014).
Juru bicara KPK ini menyebutkan Barnabas Suebu menyalahgunakan kewenangannya dalam penunjukkan subkontraktor dari proyek tersebut. PT PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya (KPIJ) yang menjadi subkontraktor proyek ini ternyata masih ada hubungannya dengan Barnabas Suebu yang ketika proyek berjalan menjabat sebagai Gubernur Papua.
Bersama Barnabas Suebu, ditetapkan juga dua tersangka lainnya, yakni Jannes Johan Karubaba yang menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Papua tahun 2008-2011 dan Direktur Utama (Dirut) PT KPIJ Lamusu Didi. [Nikolaus Tolen]
Berita Terkait
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim