Suara.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengharapkan para pemuda menjadi penggerak utama yang peduli membangun bangsa Indonesia lebih baik.
"Jadilah pemuda yang peduli, cerdas, dan berkompetisi," kata Ridwan Kamil dalam acara Rapat Pimpinan Angkatan Muda Siliwangi di Bandung, Selasa (28/10/2014).
Ia menuturkan, berdasarkan penilaian orang terdahulu kepedulian terhadap bangsa harus dilakukan dengan menjadi pemuda cerdas supaya mampu berkompetisi dengan berbagai tantangan yang akan dihadapi bangsa.
Kaum pemuda, lanjut dia, jangan sampai memiliki kecerdasan tapi tidak peduli dengan Indonesia, atau sebaliknya, bahkan ada juga bodoh tidak peduli terhadap bangsa Indonesia.
"Menurut saya kehebatan Indonesia, bangsa yang hebat kalau pemuda-pemudanya hebat," katanya.
Ia berharap, generasi bangsa untuk terus belajar mencari ilmu agar menjadi manusia yang cerdas dan pintar agar memiliki kemampuan untuk peduli dalam membangun bangsa.
Ridwan juga mengharapkan kepada organisasi Anak Muda Siliwangi memiliki semangat, cerdas dan peduli membangun bangsa.
Ia menambahkan, upaya yang dapat merubah peradaban ada empat yakni pemerintahan, bisnis, media massa, dan kekuatan komunitas yakni organisasi seperti Anak Muda Siliwangi.
"Tidak mungkin kami bangun sendirian karena yang bisa merubah peradaban bangsa ini yaitu pemerintah, bisnis, media, dan kekuatan komunitas," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Pengusaha Muda BRILiaN 2025: Langkah BRI Majukan UMKM Daerah
-
Roy Suryo Soroti Perayaan Sumpah Pemuda ala Gibran: Sungguh Membagongkan!
-
Sumpah Pemuda di Era Globalisasi, Jati Diri Bangsa Terancam?
-
Prabowo di Hari Sumpah Pemuda: Jangan Takut Bermimpi Besar, Indonesia Tak Akan Pernah Kalah!
-
'Spill' Blueprint Gen Z Ideal Versi Megawati: Cerdas, Melek Politik, dan Merawat Bumi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim