Joseph, (45) dan Edma, (44), demikian nama sepasang suami istri yang baru menikah ini. Sayang, kebahagiaan mereka terenggut karena sakit keras yang diderita sang suami.
Jauh-jauh hari sudah Joseph dan Edma merencanakan pernikahan mereka. Hari ulang tahun Edma, yakni 13 Oktober, disepakati sebagai tanggal perkawinan.
Namun, semua berubah menjadi mimpi buruk saat Joseph didiagnosa mengidap penyakit kanker pankreas stadium lanjut pada bulan Maret silam. Takut membuat sang calon istri khawatir, Joseph, yang adalah seorang anggota satuan polisi cadangan Singapura itu merahasiakan penyakitnya. Namun, hanya sebulan kemudian, Edma si calon istri pun akhirnya tahu.
"Sampai dia meninggal dunia, saya masih belum dapat mempercayainya. Ia sangat fit dan sehat. Kami menghadapinya bersama," kenang Edma.
Pada bulan September, kondisi kesehatan Joseph menurun drastis sehingga membuatnya harus dirawat di rumah sakit. Edma, yang kala itu masih tinggal di Filipina, bergegas terbang ke Singapura dan mendampingi sang calon suami di rumah sakit.
"Di rumah sakit, ia mengatakan pada saya, "aku sangat bahagia bisa melihatmu". Kami lalu menangis. Saya harus benar-benar siap secara mental," kenang Edma.
Karena keadaannya terus memburuk, Joseph meminta dokter untuk mengupayakannya tetap hidup sampai pada hari pernikahannya. Karena diduga tak lagi punya cukup waktu, keluarga buru-buru menggelar pernikahannya dengan Edma.
Sekitar 30 orang memadati ruang isolasi untuk menghadiri pernikahan Joseph dan Edma yang digelar pada 14 Oktober. Mereka bertukar cincin di tengah suasana haru di Rumah Sakit Umum Singapura.
Pernikahan pun berlangsung sederhana. Edma mengenakan gaun yang mereka beli bersama, sementara Joseph memakai seragam dinasnya.
Hanya beberapa jam setelah menandatangani surat-surat nikahnya, Joseph jatuh koma. Semenjak itu, ia tak pernah bangun lagi. Delapan hari kemudian, Joseph meninggal dunia.
"Ia sangat lemah, namun ia tetap berusaha tersenyum, membuka matanya dan meletakkan cap jarinya di surat-surat pernikahan. Setidaknya ia bahagia di saat-saat akhirnya," kata Edma.
Kata-kata terakhirnya kepada Edma adalah: "Selamat ulang tahun, aku mencintaimu". (Asia One)
Berita Terkait
-
Ulasan Wedding Impossible: Mengkritisi Norma di Balik Tuntutan Menikah
-
5 Posisi Foto Pernikahan yang Baik dan Membawa Hoki di Dalam Rumah
-
Untukmu yang Akan Menikah: Pernikahan Ternyata Bukan Cuma Soal Jatuh Cinta
-
Awas Boncos! Ini 8 Biaya Tersembunyi Pesta Pernikahan yang Sering Luput dari Anggaran
-
Pernikahan Arwah: Setting Lokasi dan Tradisi Otentik dengan Nuansa Brutal
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9