Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengunjungi programmer senior bernama Samuel Franklyn di Jalan Asem 4/37, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (5/11/2014). Saat ini, programmer bertubuh besar itu tengah menderita lumpuh.
Menteri Rudiantara tiba di rumah Samuel sekitar jam 20.50 WIB dan langsung menyapa Samuel yang berbaring di tempat tidur.
Samuel adalah seorang freelance programmer. Ia juga bekerja untuk perusahaan software Galileo. Dia pernah menggarap migrasi sistem IT perusahaan taksi Gamya.
Mereka terlihat akrab. Menteri Rudiantara bertanya mengenai proyek yang sedang digarap oleh Samuel. Samuel bercerita, ia mengerjakan proyek apapun yang didapat.
Lama-lama perbincangan sampai ke soal sakit yang diderita Samuel. Samuel mengungkapkan awal mula lumpuh.
"Awalnya jatuh, lalu nelpon minta taksi minta jemput, lalu saya jalan keluar, tapi lutut saya hilang kekuatan terus jatuh dan bangun lagi. Beberapa hari setelah itu, perut sebelah kiri rada kejang, coba di pijit, tapi gak ada hasil," kata Samuel.
Kakinya semakin lemas dan kalau ke kantor harus ditopang dengan tongkat.
"Selama dua minggu gak masuk kerja, ditelpon kantor untuk berobat di rumah sakit. Lalu dibawa ke rumah sakit Royal Taruma. Di MRI, tapi lingkar badan gak kuat, akhirnya di-scan ketahuan tulang belakang bagian tengah sebelah kiri retak, saraf kejepit tulang belakang, dikhawatirkan saya kena kanker," kata Samuel.
Berita Terkait
-
Rudiantara Ungkap Kasus Fraud eFishery dan Investree Buat Pendanaan Startup RI Anjlok
-
Rudiantara Sentil OJK Soal Aturan 'Saklek' Pinjol: Jangan Terlalu Kencang, Nanti Mati!
-
Dua 'Menkominfo' Kerja Sama Kembangkan Ekosistem Startup Indonesia
-
Gonta-ganti Menteri Kominfo, Adakah yang Ahli di Bidang IT?
-
Mantan Menkominfo Sebut UU PDP Jangan Hanya Fokus di Sanksi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim