Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan sejumlah warga ibu kota senang kebanjiran. Dengan begitu, kata Ahok, mereka akan menerima bantuan logistik, seperti mi instan, susu dan sebagainya secara gratis.
Karena itu, Ahok menyatakan akan menyortir bantuan. Sehingga, bantuan akan jatuh ke tangan yang tepat.
"Ternyata, ada warga yang justru merasa senang karena rumahnya kebanjiran. Karena dengan begitu, bantuan logistik seperti mie instan, susu dan sebagainya bisa didapat dengan mudah dan gratis," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014).
"Yang merasa senang itu pada umumnya adalah warga yang rumahnya kebanjiran, namun air yang menggenanginya tidak terlalu tinggi," lanjutnya.
"Untuk selanjutnya, kita akan prioritaskan bantuan banjir untuk warga yang memang kebanjiran parah. Kalau ketinggian air yang menggenangi hanya sampai sebatas mata kaki orang dewasa dan tidak sampai berhari-hari, maka tidak akan kita berikan," ujar Ahok.
Sementara itu, mantan Bupati Belitung Timur itu menuturkan sejauh ini, prosedur tetap (protap) terkait penanganan serta evakuasi korban banjir di wilayah Kota Jakarta tergolong cepat.
Namun sayangnya, sambung dia, kecepatan protap tersebut malah justru disalahgunakan oleh warga yang tempat tinggalnya terletak di kawasan yang memang rawan terjadi genangan air.
"Jadi, kalau ketinggian air yang menggenangi rumah warga hanya sebatas mata kaki orang dewasa, maka bantuan logistik tidak akan kita salurkan. Ini juga bertujuan memberikan pelajaran bagi warga yang demikian," ungkap Ahok. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim