Suara.com - Sejumlah 'Polisi' fashion disebar di gedung Parlemen Australia, untuk melakukan razia para senator yang dinilai tidak mengenakan busana dengan selayaknya. Ini merupakan bagian dari kampanye agar wakil rakyat negeri Kanguru itu mulai mengenakan pakaian produk lokal.
Dan para 'polisi' yang berasal dari lintas partai dan bergabung dalam 'Friends of Aussie Fashion' ini bertindak 'kejam' dalam melakukan razia.
"Kami sudah meminta beberapa orang membuka sepatu mereka untuk membuktikan sepatu itu buatan lokal," ujar Julie Owens, salah seorang polisi fashion sebagaimana dikutip news.com.au.
Razia yang dilakukan sejumlah perempuan dari lintas partai ini dilakukan sebagai bentuk kampanye untuk mempromosikan desain Australia, walaupun diakui tak semua produk hasil desain Australia diproduksi di Australia.
dan itu juga diakui Julie Owens. Tetapi menurutnya, jika benar-benar mau meluangkan waktu untuk mencari, maka bisa didapatkan busan adengan harga terjangkau terutama karya desainer muda. Diakuinya ada beberapa anggota parlemen yang setiap hari mengenakan busana buatan Australia.
"Saya memiliki jaket seharga 45 dolar Australia dan itu saya kenakan ke Parlemen," ujarnya. Jadi kapan ya polisi fashion serupa melakukan razia di Senayan? (news.com.au)
Tag
Berita Terkait
-
Intip Pesona 5 Pantai Eksotis di Australia Barat, Ada Spa Alami di Tengah Karang
-
Comeback Epik! Timnas Futsal Indonesia Hajar Australia, Melaju ke Semifinal
-
Tradisi Jadi Kekuatan Baru, Fashion Indonesia Ikuti Transformasi Global ala Moscow Fashion Week
-
PM Australia Terbang ke Singapura, Amankan Pasokan BBM di Tengah Lonjakan Harga
-
Fantastis! Guru Ini Dapat Gaji Rp60 Juta Per Bulan, Kok Bisa? Begini Cara Legalnya
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!
-
Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!
-
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?
-
Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!
-
Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel
-
Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
-
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang