Suara.com - Presiden AS Barack Obama berjanji akan semua yang bisa dilakukannya untuk menutup penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba.
"Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk menutupnya," kata Obama pada CNN "State of the Union dengan permen Crowley," program wawancara yang direkam pada hari Jumat dan disiarkan pada hari Minggu (21/12/2014).
Pernyataan ini diungkapkan setelah empat tahanan Afghanistan yang ditahan di Guantanamo dipulangkan ke Afghanistan.
Saat memegang tampuk kekuasaan enam tahun lalu, Obama berjanji untuk menutup penjara yang menuai kritik dunia ini. Saat itu ia mengatakan, penjara ini merusak citra Amerika di mata dunia. Tapi hingga kini, dia belum mampu melakukannya, sebagian karena hambatan yang ditimbulkan oleh Kongres AS.
"Ini adalah sesuatu yang terus menginspirasi jihadis dan ekstremis di seluruh dunia, fakta bahwa orang-orang ini ditahan," katanya.
Ia menambahkan, penjara Guantanamo bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangakan Amerika.
"Kita menghabiskan jutaan untuk setiap individu di sana. Dan kami telah ditarik penduduk di sana secara signifikan," tambahnya.
Dalam langkah terbaru dalam mendorong bertahap untuk menutup penjara, empat warga Afghanistan ditahan selama lebih dari satu dekade di Guantanamo telah dibebaskan. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata
-
Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut