Suara.com - Bendahara Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo mengingatkan semua pihak terutama kader Partai Golkar agar menahan diri untuk tidak berkomentar yang dapat mengganggu proses perundingan.
"Mulai saat ini, tidak ada lagi politik burung onta atau burung garuda, Golkar hitam atau Golkar putih," kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (24/12/2014).
Menurut Bambang, dirinya sepakat agar semua kader Partai Golkar dapat menahan diri untuk tidak berkomentar yang dapat mengggu proses perundingan.
Semua kader Partai Golkar, kata dia, akan puasa bicara untuk menghormati para juru runding yang tengah bernegosiasi guna mencapai islah.
"Saya berharap bulan Januari, atau paling lama Februari 2015, Partai Golkar sudah bersatu kembali tanpa ada hambatan," katanya.
Bambang juga berharap agar dorongan untuk Munas rekonsilasi tidak diperlukan lagi.
Namun, jika melalui perundingan mengalamai jalan bantu atau "deadlock", menurut dia, maka jalan terbaik yang mungkin ditempuh adalah jalur hukum melalui pengadilan, agar ada kepastian hukum bagi masa depan Golkar.
Dua kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali dan hasil Munas Jakarta, telah menetapkan tim perunding dan melakukan perundingan di Jakarta, mulai Selasa (23/12/2014) sore.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja