Suara.com - Seorang pilot maskapai penerbangan Air India terlibat adu jotos dengan teknisi pesawat di dalam kokpit di Bandara Chennai, India pada Sabtu (17/1/2015) waktu setempat. Akibatnya, selain menghambat jadwal penerbangan, si teknisi terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka serius.
Sedikitnya 118 penumpang terbengkalai. Pesawat yang rencananya bertolak dari Delhi ke Paris, Prancis pada pukul 9.45 ditunda hingga 2 jam. Si pilot, Maniklal Sanghi digelandang ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Beruntung, tak ada penumpang di pesawat saat insiden terjadi. Pesawat dengan nomor penerbangan A319 ini sebelumnya terlambat tiba di Mumbai. Sesampainnya di bandara, tim teknisi kemudian masuk ke kokpit untuk melakukan pemeriksaan.
"Teknisi perawatan dan staf lainnya sedang memeriksa kaca depan pesawat dan mengecek komponen lain di kokpit ketika pilot berjalan di depan mereka. Si pilot ternyata tak senang melihat ada orang lain di kokpit," kata seorang petugas Air India yang tak disebut namanya.
"Teknisi V T Kannan kemudian mengatakan pesawatnya belum siap untuk diterbangkan sebelum diperiksa. Tiba-tiba, pilot langsung menyerang teknisi. Pemeriksaan sudah dilakukan. Si pilot sudah diskor hingga pemeriksaan selesai," lanjutnya.
Unit Perawatan Air India mengatakan, pilot Maniklal Sanghi memang memiliki masalah dalam mengendalikan emosi. Sanghi digantikan pilot pengganti dan pesawat akhirnya diberangkatkan pada 11.45. Pihak maskapai telah menyiapkan kamar hotel bagi penumpang yang ingin melanjutkan penerbangan mereka.
Semula, Unit Perawatan Pesawat berencana melakukan mogok kerja. Namun, rencana ini dibatalkan karena khawatir menganggu jadwal penerbangan lain.
"Kami belum melaporkan masalah ini ke kepolisian. Tapi kami mendesak manajemen untuk segera mengambil langkah tegas," katanya. (Timesofindia)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru
-
Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik
-
No Ribet, SPayLater SatSet Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026 untuk Layani Kenyamanan Pengunjung
-
Status JC Ditolak, DPR Minta LPSK Tak Beri Perlindungan Sony Sanjaya
-
Pramono Anung ke Jajaran: Tertibkan Parkir Liar Harus Tegas, Tapi Jangan Berlebihan!
-
Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat
-
Sensor Media Venezuela Bikin Warga Kalang Kabut Cari Keluarga yang Terjebak Pascagempa Bumi
-
Indonesia Berpotensi Ciptakan Jutaan Green Jobs, Seberapa Siap SDM Kita?