Suara.com - Sehari setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memberlakukan tilang bagi pengendara roda dua yang melintasi Jalan MH. Thamrin - Jalan Medan Merdeka Barat pada Minggu (18/1/2015) lalu, kini masih banyak pengendara yang terkena tilang.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Benjamin Bukit mengharapkan di hari kedua yang jatuh pada hari ini Senin (19/1/2015) setelah diterapkan tilang, nantinya sudah tidak ada pengendara yang kena tilang.
"Ya banyak juga yang melanggar kemarinya pas pertama diberlakukan habis Car Free Day dan hari ini mungkin nggak lah (sudah berkurang yang melanggar)," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, (19/1/2015).
Lanjut Benjamin, setelah sebulan menerapkan pelarangan bagi kendaraan roda dua melintasi jalur-jalur protokol, ruas jalan tersebut jadi lancar. Menanggapi hal banyaknya orang yang kena tilang benjamin membantah kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.
"Ya namanya prilaku orang kan, kalu tilang itu lama-lama kalau kita tegas kita harapkan (sudah ga ada lagi yang ditilang)," tambah dia.
Untuk diketahui, mulai kemarin telah diberlakukannya denda senilai Rp500 ribu bagi pemotor yang melintasi jalan protokol, yakni dari MH Thamrin sampai dengan Medan Merdeka Barat membuat beberapa pemotor kaget. Setidaknya ada sekitar 208 pemotor terkena tilang tersebut.
Berita Terkait
-
Pajak Opsen Jadi Tantangan Industri Sepeda Motor Indonesia Tahun 2026
-
Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Siapkan Aturan Baru Standar Teknologi Motor
-
Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026
-
Penjualan Sepeda Motor di Luar Pulau Jawa Jadi Penyelamat Industri Otomotif Nasional
-
Kawanan Maling Motor Tembak Warga di Palmerah, Penjual Beras Jadi Korban
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL