Suara.com - Badan SAR Nasional mengaku masih mempunyai kekuatan yang cukup setelah pihak TNI menarik diri dari pencarian pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. Basarnas masih menyiagakan puluhan penyelam sampai helikopter.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya F Henry Bambang Soelistyo menyebutkan timnya masih mempunyai 2 helikopter dolphin Basarnas dan 1 unit fix wing dari pihak AirAsia. Basarnas juga masih menyiagakan 4 kapal.
"Helikopter fungsinya untuk melakukan evakuasi. Kemudian untuk laut kita mempunyai kapal basarnas 4 yang mash ada di sana. Kemudian pemerintah daerah Kotawaringin Barat menyipkan satu tokoh dan satu kapal," kata Soelistyo dalam jumpa pers di Kantor Pusat Basarnas Jalan Angkasa B 15 Kav 2-3, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (28/1).
Soelistyo merinci kapal laut yang diterjunkan berupa KN SAR Pacitan, KN SAR Purworejo, Kapal SAR Pontianak, KN SAR Jakarta, Kapal Tunda dan Ponton Pemda Kotawaringin, Daiving boad untuk kegiatan salvage dan Peralatan deteksi bawah air dari asosiasi surveyor laut Indonesia. Selain itu ada juga 15 penyelam tradisonal yang bergabung.
"Jumlah penyelam ada 25 penyelam dari BSG Basarnas, 20 penyelam dari SKK Migas. Ini penyelam profesional yang biasa mengerjakan pekerjan-pekerjaan untuk kepentingan pekerjan minyak di bawah laut," kata Soelistyo.
Menurutnya dengan jumlah tim yang masih mumpuni itu, kerja pencarian AirAsia tidak terganggu. "Dengan ditariknya TNI, bukan berarti kekuatan kita menjadi lemah," tutup Soelistyo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'