Suara.com - Ketua tim kuasa hukum Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Frederick Yunadi, mengaku sangat kecewa dengan ketidakhadiran perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi pada sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015). Karena KPK tidak hadir, hakim tunggal Sarpin Rizaldi pun menunda sidang hingga Senin (9/2/2015) pekan depan.
Meski kecewa, kata Frederick, ada hal positif dari ketidakhadiran KPK di sidang hari ini.
"Kami kecewa, tapi kami senang bisa memperlihatkan ke masyarakat, mereka tidak benar. Kalau mereka (KPK) benar ya datang dong," ujar Frederick di Pengadilan Jakarta Selatan.
Menurut Frederick sikap KPK kali ini semakin menunjukkan KPK yang sesungguhnya.
"Ini membuktikan KPK tidak benar. Harusnya datang jelaskan di persidangan," kata dia.
Tadi, hakim Sarpin membuka sidang praperadilan yang diajukan Budi Gunawan. Sidang dibuka setelah molor sekitar tiga jam.
Hakim Sarpin pun mengumumkan penundaan sidang. Ia menolak permintaan tim hukum Budi Gunawan untuk membacakan permohonan hari ini karena tidak dihadiri perwakilan KPK.
Sebelumnya, Budi Gunawan juga tidak hadir ketika dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi. Alasannya, ingin menunggu dulu hasil sidang praperadilan.
Status Budi sebagai tersangka diumumkan KPK sehari menjelang fit and proper test calon Kapolri di Komisi III DPR. Meski akhirnya DPR menyetujui Budi menjadi Kapolri, Presiden Joko Widodo menunda pelantikan sampai hari ini.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?