Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyusun pantun pendek untuk Kepolisian RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi saat mengisi konvensi dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional di Batam Kepulauan Riau, Sabtu.
"Polri dan KPK hebat, negara akan hebat," begitu bunyi pantun yang dirangkai Menteri disela-sela paparannya mengenai maritim.
Pantun merupakan khas negeri Melayu. Siapa pun pejabat yang datang ke Batam dan kabupaten kota lain di Provinsi Kepri selalu ditantang untuk menyusun pantun. Biasanya, pantun disampaikan saat salam penutup sambutan.
Menteri Susi tergelitik merangkai pantun pendek saat mengomentari hubungan antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri.
Pantun pendek itu pun mendapatkan sambutan dari seluruh peserta konvensi yang mayoritas adalah wartawan.
"Biarkan KPK buat yang benar, anti korupsi yang membela prinsip benar," katanya.
Perempuan kelahiran Pangandaran Jawa Barat itu pun mengaku mengagumi Presiden RI ke-5 yang juga politisi PDI Perjuangan. Menurut Susi, Megawati adalah tokoh perempuan yang hebat.
Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product itu mengaku sangat bangga dan senang bisa berinteraksi dengan dua orang hebat di Indonesia, Presiden Joko Widodo dan Megawati.
Ibu enam anak itu dijadwalkan berada di Batam hingga menjelang makan siang untuk mengisi konvensi terkait maritim. Namun, kunjungannya itu pun dipersingkat. Acara yang seharusnya dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, dipercepat menjadi pukul 9.30 WIB.
Menteri beralasan ingin segera bertemu dengan buah hatinya, karena banyak waktunya yang habis untuk pekerjaan, sehingga hanya sedikit waktu yang tersisa untuk anak-anaknya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat