Suara.com - Kendra Sundeland akhirnya buka suara. Mahasiswi yang bikin geger video mesumnya di perpustakaan ini mengungkap permintaan maaf kepada keluarga dan pihak kampus.
"Mereka (orangtua) sangat kecewa," kata Kendra seperti yang dikutip lama New York Dailynews.
Aksi nyeleneh itu, kata Kendra, dia lakukan semata-mata karena pekerjaannya di situs dewasa MyFreeCam. Namun, akibat perbuatannya, dia kini tak lagi mendapat kucuran biaya kuliah dari kedua orangtuanya. "Saat pertama kali bekerja di MyFreeCam, saya berharap bisa membuka peluang ke dunia model dan pemotretan dengan majalah," lanjutnya.
Selain diskor pihak kampusnya, Kendra juga berurusan dengan aparat penegak hukum atas tuduhan perbuatan asusila. Jika terbukti bersalah, dia dikenai sanksi 12 bulan penjara serta denda 4,150 poundsterling.
Kendra merekam adegan porno di kampusnya di Universitas Oregon State. Dia menjadi bahan perbincangan saat video panasnya beredar di laman PornHub. Dalam video itu, Kendra mengumbar payudara dan melakukan adegan tak senonoh selama 31 menit. Klip dari video tersebut sempat disaksikan 260 ribu kali dalam beberapa hari sebelum ditarik oleh PornHub.
Polisi di Oregon State menangkap Kendra dengan dakwaan melakukan perbuatan tidak senonoh di ruang publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?
-
Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar
-
Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus
-
Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan
-
Bobby Nasution Puji Kemenangan Timnas U19, Atmosfer Stadion Utama Sumut Jadi Kekuatan
-
Jemaah Haji dari Tuban Ini Berbagi: Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah yang Tenang
-
Balas Kritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy: Diplomat Hebat Walau Hanya Menjabat 3 Bulan