Suara.com - Tuduhan kriminalisasi lembaga Polri terhadap sejumlah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikhawatirkan bakal melumpuhkan lembaga KPK. Bukan tak mungkin KPK terancam bubar. Wacana penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) dianggap salah satu solusi guna kembali menggerakkan fungsi kerja KPK.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berharap Komisi Pemberantasan Korupsi tak bubar.
"Buat apa Perppu itu dipakai kalau pimpinan KPK jadi tersangka. Saya ingin KPK tetap ada," kata Ical-begitu dia akrab disapa, ditemui disela-sela jalan sehat dari Bundaran HI ke Patung Kuda Monas, Jakarta, Minggu (8/2/2015).
Dia berpendapat, kedua institusi penegak hukum itu harus tetap berfungsi menjalankan tugasnya. Menyangkut kasus hukum yang dihadapi para pimpinan kedua institusi tersebut saat ini, kata Ical, KPK maupun Polri perlu bertindak profesional.
"KPK dan Polri itu merupakan penegak hukum yang harus dilindungi. Jadi keduanya tahu apa yang akan diperbuat. Mereka tahu kalau salah ya tetap salah, kalau benar ya benar, karena penegak hukum," kata Ketua Presidium Koalisi Merah Putih (KMP) tersebut.
Seperti diketahui, konflik antara KPK vs Polri tak kunjung mereda. Hal dipicu sejak calon Kapolri Komjen Pol. Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi berupa gratifikasi oleh KPK.
Tak berapa lama, Bareskrim Polri menetapkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto sebagai tersangka kasus dugaan menyuruh memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah di Mahkamah Konstitusi 2010 silam.
Kini tiga pimpinan KPK lainnya, yakni Abraham Samad, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnaen juga tengah disidik oleh polisi dengan diterbitkannya surat perintah penyidikan terhadap mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?