Suara.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pencinta Batu Alam Aceh (GaPBA), Nasrul Sufi mengatakan giok seberat 20 ton yang ditemukan warga Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, berjenis Idocrase.
Kata dia, jika setengah atau 50 persen dari giok tersebut diolah menjadi batu cincin, maka akan bernilai sebesar Rp25 miliar.
"Taksiran harga pasar bisa mencapai Rp25 miliar karena itu (giok) jenis Idocrase kelas dua," katanya saat dihubungi suara.com, Kamis (26/2/15).
Menurutnya, jika di dalam batu itu terdapat Idocrase dengan kualitas super, maka harga batu akan lebih tinggi.
"60 persen saja, jika jadi batu cincin, itu bisa mencapai Rp30 miliar lebih kalau memang kualitas super."
Giok seberat 20 ton yang ditemukan Usman (45 tahun), warga Desa Pante Ara, sejak Sabtu, 21 Februari mulai di belah oleh Pemerintah Kabupaten setempat. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nagan Raya, Samsul Kamal mengatakan pembelahan dilakukan guna menghindari konflik antar sesama warga.
"Sesuai putusan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), batu (giok) itu sudah belah. Ini untuk mencegah konflik antar warga," katanya saat dihubungi suara.com, Kamis (26/2/2015).
Menurut Kamal, batu dipotong menggunakan 6 mesin dan melibatkan piluhan warga. Hingga saat ini batu yang sudah terkumpul dan diamankan ke kantor Distamben Nagan Raya mencapai 5 ton. [Alfiansyah Ocxie]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin