Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik bersikeras hak angket tetap akan berjalan meski anggota dari Partai Nasdem mencabut dukungan terhadap hak untuk melakukan investigasi kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Kata Taufik, semua syarat untuk dilakukan hak angket sudah terpenuhi. Menurut dia, mundurnya Partai Nasdem dari pengajuan hak angket tidak memberikan pengaruh apa-apa.
“Syarat untuk hak angket ini kan minimal 15 suara atau satu fraksi. Itu sudah terpenuhi. Selain itu, mundurnya Partai Nasdem itu kan setelah DPRD secara bulat mengambil keputusan untuk melakukan hak angket,” kata M Taufik kepada suara.com melalui sambungan telepon, Selasa (3/3/32015).
M Taufik mengatakan, hak angket dilakukan karena Ahok mengirimkan draf APBD DKI 2015 yang bukan hasil kesepakatan dengan dewan. Kata dia, tindakan Ahok itu merupakan bentuk pelanggaran hukum.
M Taufik yang merupakan kader dari Partai Gerindra juga beberapa kali menyatakan keinginannya untuk melengserkan Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hak angket yang digagas M Taufik dinilai sebagai salah satu cara untuk melengserkan Ahok. Taufik juga menggalang spanduk "Say No to Ahok."
Setelah DPRD mengajukan hak angket, Ahok langsung membalas dengan melaporkan DPRD ke Komisi Pemberantasan Korupsi karena memasukkan dana siluman sebesar Rp12 triliun untuk pengadaan alat pemasok daya listrik bebas gangguan (UPS).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat