Suara.com - Jaksa distrik di North Carolina, Amerika Serikat pada Senin (2/3/3015) mengatakan akan menuntut Craig Stephen Hicks - lelaki 46 tahun yang membunuh tiga warga muslim di Chapel Hill - dengan hukuman mati.
Pemerintah AS sebelumnya mengatakan bahwa Hicks membunuh Deah Shaddy Barakat, istrinya Mohammad Abu-Salha, dan adiknya Razan Mohammad Abu-Salha di kampus Chapel Hill, Universitas North Carolina pada 10 Februari lalu.
Kantor jaksa Durham County, North Carolina pada 25 Februari kemarin mengajukan permohonan ke pengadilan untuk menuntut Hicks dengan hukuman mati, tetapi diterima atau tidaknya permohonan itu akan diputuskan pengadilan AS dalam sidang yang digelar 6 April mendatang.
Kepolisian Chapel Hill mengatakan bahwa pembunuhan itu dipicu oleh cekcok soal tempat parkir, tetapi keluarga ketiga korban menegaskan bahwa Hicks membunuh karena dipantik masalah agama.
Polisi setempat belakangan mengatakan akan menyelidiki apakah faktor agama dan etnis termasuk dalam hal yang memotivasi Hicks melakukan kejahatannya. Adapun kepolisian federal AS (FBI) juga melakukan penyelidikan sendiri terkait kasus tersebut.
Negara bagian North Carolina sejak 2006 belum menggelar eksekusi hukuman mati sejak 2006. Di negara bagian itu sendiri ada sekitar 162 terpidana mati, tiga di antaranya divonis pada 2014 silam. (The Guardian)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan