Suara.com - Film yang menceritakan kisah nyata anggota Navy Seal AS, Chris Kyle, saat bertugas di Irak dituding membantu menyerbarkan sentimen anti Arab dan Islamophobia di Amerika yang berujung pada penembakan tiga mahasiswa Muslim di Chapel Hill, Negara Bagian North Carolina, Amerika.
Tudingan itu disampaikan salah satu pengacara beken, yang juga aktivis Komite Anti Diskriminasi Arab Amerika, Abed Ayoub seperti dilansir Independen, Jumat (13/2/2015).
Abed menyebut, industri film, Pemerintah Amerika dan para komentator politik juga mempunyai peran serupa dalam menyebarkan sentimen anti Arab dan anti Muslim. Namun demikian, film itu menggambarkan gejala jelas dan menginsiprasikan Islamophobia.
Saat ditanya soal bagaimana reaksinya apakah reaksinya bakal berbeda kalau korbanya bukan Muslim? Abed berkeras kalau hal itu pasti akan ditanggapi berbeda oleh Pemerintah Amerika.
“Tentu saja 100 persen hal ini akan ditangani berbeda jika peran (pelakunya) terballik,” seru Abed.
“Negara ini harus menyadari aksi terorisme tidak merujuk pada satu agama dan etnis,” tambahnya lagi.
Seperti diberitakan, tiga mahasiswa Muslim di North Carolina, Amerika, ditembak oleh seorang lelaki yang kerap memposting pesan dan status anti agama di media sosial.
Ketiga korban ternyata masih satu keluarga, bahkan dua di antaranya adalah suami istri.
Para korban yakni Deah Shaddy Barakat (23) dan istrinya Yusor Mohammad (21) serta saudara perempuannya Abu Salha (19) ditembak mati di apartemen dekat lokasi kampus North Carolina University. Polisi menemukan ketiganya dalam kondisi sudah tewas.
Sementara pelakunya adalah Craig Stephen Hicks (46) kini telah ditangkap dan didakwa dengan tuduhan pembunuhan tingkat pertama.
Pelaku yang dikenal dengan berbagai pesan anti religi di akun media sosial saat ini sudah mendekam di penjara Durham Country Jail, Negara Bagian North Carolina. (Independent/Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?