Suara.com - Mantan anggota Komisi VIII DPR yang kini menjadi terpidana kasus korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama, Zulkarnain Djabar, diperiksa penyidik KPK lagi, Rabu (25/3/2015). Setelah diperiksa, mantan politisi Golkar tersebut mengaku tadi ditanya penyidik soal panitia kerja haji dan seputar pemondokan katering, dan hotel transit.
"Saya diperiksa sebagai saksi, pertanyaannya seputar panja, pemondokan katering, dan juga terkait hotel transit," kata Zulkarnain di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Zulkarnain tidak mengungkapkan lebih jauh terkait apa saja yang disampaikan ke penyidik. Tetapi, dia mengaku mengungkapkan apa diketahuinya tentang kasus itu.
"Saya menyampaikan apa yang saya tahu, ya saya menjelaskan apa adanya saja," katanya.
Proses penyidikan terhadap mantan Menteri Agama Suryadharma Ali terus berjalan, meski dia telah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas penetapan status tersangka oleh KPK. Sidang praperadilan yang diajukan mantan Ketua Umum PPP ini akan dilaksanakan pada 30 Maret 2015.
Suryadharma resmi ditetapkan menjadi tersangka pada 22 Mei 2014. Kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun anggaran 2012-2013 di Kementerian Agama menelan anggaran hingga Rp1 triliun.
Suryadharma diduga menyalahgunakan kewenangan sebagai menteri untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi.
Atas perbuatannya, Suryadharma disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!