Suara.com - Pengamat Survey Lintas Nusantara Emrus Sihombing menilai ada kemungkinan Koalisi Merah Putih bubar karena sikap pragmatis dan tidak adanya ikatan yang solid di antara partai-partai pendukung.
"Seperti kita tahu, koalisi di Indonesia kan lebih didasarkan pada kepentingan pragmatis saja, dinamika sangat cair, tergantung kepentingan dan KMP itu kan ada ketika Pilpres dan untuk kepentingan pragmatis, bukan ideologis, jadi dimungkinkan bubar," katanya di Jakarta, Rabu (25/3/2015).
Ia menjabarkan, saat ini soliditas KMP juga sudah terlihat menurun karena satu per satu pendukungnya terbelah dan berpindah arah.
Setelah PPP yang terbelah dan kepemimpinan M Romahurmuziy yang disahkan oleh Menkumham memilih mendekat ke pemerintah, kini giliran Partai Golkar.
Disahkannya kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono membuat partai beringin tersebut lebih memilih merapat ke pemerintah.
"Sementara sikap PAN yang belum tegas untuk mendukung hak angket atau tidak terhadap Menkumham juga menunjukkan indikasi menurunnya soliditas," katanya.
Praktis menurut dia, di KMP hanya tinggal Gerindra dan PKS yang masih memiliki soliditas. Hal ini tentunya tidak efektif sebagai koalisi oposisi.
Untuk itu, ia menyakini KMP dapat saja bubar bila dinamika yang berkembang saat ini mengarah pada semakin merosotnya soliditas partai pendukung. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional