Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sering berkata kasar dan ceplas ceplos. Hal itu dinilai DPRD DKI Jakarta merupakan hal yang tidak sepatutnya terlontar dari seorang pemimpin. Melalui panitia hak angket, DPRD akan meminta pendapat dari pakar komunikasi pakar komunikasi politik Emrus Sihombing.
"Hari ini yang kita panggil Emrus Sihombing pakar komunikasi politik, jam 10.00 WIB," kata salah satu panitia hak angket Prabowo Soenirman, kemarin.
Politisi partai Gerindra itu menilai, pemanggilan pakar komunikasi politik itu lantaran anggota dewan selalu mengeluhkan cara komunikasi Ahok. Dengan meminta pandangan dari Emrus tim angket dapat menilai seperti apa gaya yang komunikasi yang biasa dilakukan mantan Bupati Belitung Timur itu.
Sebelumnya Prabowo menerangkan, pemanggilan pakar akan berlangsung hingga Jumat (27/3/2015) besok. Tim angket akan memanggil pakar hukum pidana, namun Prabowo mengaku belum mengetahui siapa nama yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
"Terakhir akan kita panggil pakar hukum pidana namanya belum saya tahu," tutup Prabowo.
Sebagi informasi, Rabu (25/3/2015) kemarin, panitia angket juga telah memanggil dua pakar hukum tata negara yakni Margarito Kamis dan Irman Putra Sidin. Keduanya telah memberikan pemahaman kepada panitia angket terkait penyelidikan yang tengah dilakukan anggota dewan prihal dugaan pelanggaran prosedur APBD Jakarta 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas