Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Baasuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan tidak takut menjadi target dari Tim Angket DPRD Jakarta dan menghakiminya dengan meminta pendapat dari para pakar Hukum Tata Negara.
Seperti diberitakan, para pakar hukum, diantara Irman Putra Sidin dan Margarito saat dimintai pendapat tim angket menyebut kalau Ahok bisa saja melanggar Tap MPR yang berkaitan dengan pejabat publik, bahkan bisa saja dimakzulkan.
Ahok sendiri rupanya tak ambil pusing dengan pendapat dan menyebut rapat tim angket berat sebelah.
"Ya ngga apa-apa pakar yang diundang dia kok. Kalau saya ribut sama anda, anda nyalahin saya, saya nyalahin anda. Terus anda undang pakar. Anda undang pakar yang bela Anda,” sindir Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/3/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu bahkan tak khawatir jika hasil penyelidikan yang dilakukan oleh para anggota dewan menyatakan dirinya bersalah terkait dengan prosedur penyusunan dan pelaporan APBD Jakarta 2015.
Ahok menegaskan, yang bisa menentukan dirinya bersalah atau tidak adalah Mahkamah Agung (MA) dan bukan DPRD.
"Logika aja yang nentukan itu MA. Yang mutusin MA bukan mereka (DPRD). Santai ajalah. Toh dipecat gua seneng aja," jelas Ahok.
Hingga kini tim angket yang diketuai Mohamad Sangaji atau Ongen, kini telah memanggil lima orang pakar.
Kelima pakar itu, yakni pakar komunikasi politik Tjipta Lesmana, Sumardjoyo dan Emrus Sihombing serta pakar tata hukum negara Margarito Kamis dan Irman Putra Sidin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123