Suara.com - Nama Ann Osman di kalangan petarung Mixed Martial Arts (MMA) atau tarung bebas sudah tak asing. Dia menjadi perempuan muslim pertama Malaysia yang tidak terkalahkan.
Ditemui Aljazarra, Ann terlihat melayani tantangan satu persatu petarung MMA di sanggar gulatnya. Dia membanting lawannya. Bahkan dia juga melawan pria. Keringatnya bercucuran.
Perempuan 28 tahun itu berkulit putih, dia tengah mempersiapkan diri untuk bertarung di ajang MMA. Perempuan kelahiran Kota Kinabalu, Malaysia itu menganggap pertarungan 'berdarah MMA sebagai seni yang indah.
"Setelah Anda berada di pertarungan itu, benar-benar menunjukkan diri sejati Anda," kata Ann
Ann menjelaskan seni bela diri MMA belum akrab di antara perempuan Malaysia. MMA masih stereotip untuk para lelaki. Namun Ann menjadi satu yang terbarik di antara patarung MMA di Asia.
Teman Ann, Arsyad mengatakan perempuan berparas manis itu menjadi inspirasi di Malaysia. Bahkan sering kali Ann dijadikan model foto.
"Dia benar-benar inspiratif. Dia adalah wanita super," puji Arsyad.
Pemilik pusat kebugaran yang biasa digunakan Ann untuk berlatih, Yeow Lim Chet banyak perempuan yang juga ikut berlatih bela diri. Bahkan tak jarang para lelaki petarung ingin menjajal kehebatan Ann.
"Banyak dari mereka yang datang ke sini. Mereka bertanya 'Aku melihat pertarungan Ann Osman, saya ingin mencobanya (bertarung)," kata Lim Chet.
"Saya pikir dia sangat berani, terutama ketika kita berasal dari negara Muslim. Dia ingin membuka kesempatan bagi perempuan Muslim lainnya," lanjut Lim Chet.
Di balik kegaharan Ann, ternyata dia perempuan yang lembut. Ann belum lama ini melakukan perjalanan ke Kamboja. Dia membela 160 korban perdagangan seks. Ke-160 perempuan itu diajarkan bela diri oleh Ann. (Aljazerra)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!