Suara.com - Direktur Jendral Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek tak percaya dengan proyeksi pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dari pajak hiburan yang hanya Rp1 triliun.
"Sekian klab malam, sekian spa, panti pijit (pajaknya hanya) Rp1 triliun? Tolong pak bener ngga nih pajak hiburan Rp1 triliun?" ujar Reydonnyzar Moenek di Ruang Rapat, Gedung F, Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2015).
Reydonnyzar atau yang biasa disapa Donny itu bahkan sempat membandingkan deri pajak-pajak yang lainnya.
Dia khawatir ada kebocoran dari sektor pendapatan pajak bidang hiburan tersebut.
"Pajak hotel Rp2,3 triliun, Pajak restoran Rp2,7 triliun Pajak hiburan Rp1 triliun. Pak, bu, tolong dicermati benarkan pajak hiburan hanya Rp1 triliun," ujar dia.
Pembahasan Raperda yang juga dihadiri Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan beberapa anggota dewan lainnya juga diharapkan memaksimalkan fungsi pengawasan.
"Pak dewan, ayo dong pak dewan ini fungsi pengawasan bapak ini," tegas Donny.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya