Setelah menggelar Rapat Paripurna bersama para pimpinan DPRD, Senin (6/4/2015) sore, Panitia Angket DPRD DKI Jakarta akhirnya memutuskan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah melanggar etika terkait pengajuan draf RAPBD 2015 ke Kemendagri.
Ketua panitia angket Mohamad Sangaji atau Ongen menegaskan, Ahok dinyatakan bersalah karena mengirim draf RAPBD 2015 ke Kemendagri yang tidak sesuai pembahasan dewan.
"Sudah sangat jelas tadi, saudara Gubernur, telah sungguh-sungguh dengan sengaja melanggar undang-undang setelah mengirimkan RAPBD yang bukan hasil pembahasan bersama kita. Oleh karena itu tim angket meminta Pimpinan DPRD menindak lanjuti," ujar Ongen di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2015).
Meski demikian rapat yang dipimpin Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi masih belum memutuskan apakah hasil dari penyelidikan ini akan dibawa ke Hak Menyatakan Pendapat (HMP) atau hanya teguran dari Dewan kepada Ahok.
"Saya belum tahu opsi itu (akan HMP atau teguran kepada Ahok), kan itu opsi yang belum resmi, yang resmi itu dalam rapat pimpinan, kan orang bersalah pasti kita tindaklanjuti," kata Ongen.
Ongen menambahkan pihaknya akan menggelar rapat pimpinan (rapim) untuk memutuskan keputusan DPRD terkait hasil paripurna hari ini.
"Kita kan akan rapat pimpinan, nanti akan percepat (keputusannya)" kata Ongen.
Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD DKI itu memastikan hasil rapim akan disampaikan kurang dari satu minggu.
"Target kita dua hingga tiga hari lagi kita minta pimpinan untuk diputuskan," jelas Ongen.
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual
-
Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran