Suara.com - Pelatih Manny Pacquiao, Freddie Roach menyebut bahwa Floyd Mayweather Jr sejatinya tak ingin bertarung melawan anak asuhnya.
Roach mengatakan juara dunia tinju kelas welter Dewan Tinju Dunia (WBC) dan Asosiasi Tinju Dunia (WBA) asal Amerika Serikat itu bisa saja tak datang saat laga inggu (3/5) WIB nanti.
"Saya bertanya-tanya apakah dia (Mayweather) akan muncul (pada laga). Saya sungguh penasaran," kata Roach.
Pernyataan Roach ini muncul setelah dalam konferensi pers terakhir Mayweather terlihat seperti "anak ayam kehilangan induk". Mayweather yang biasanya arogan dan gemar mengumbar kata-kata saat konferensi pers lebih banyak diam.
"Bicaranya pelan dan dengan nada rendah. Saya tidak berpikir ada petinju yang takut, tapi saya pikir dia (Mayweather) dipaksa bertarung meski sebenarnya dia tak ingin. Kali ini dia tidak memilih lawan seperti biasanya,” ujar Roach.
Mayweather yang memiliki rekor 47-0 memiliki jawaban lain mengenai dirinya yang berubah menjadi kalem.
"Waktu muda saya suka berbicara lantang, tapi sekarang saya mendekati 40. Saya tidak harus berkoar mempermalukan seseorang. Saya tahu apa yang harus saya lakukan,” tutur Mayweather. (Reuters)
Berita Terkait
-
9 Tahun Gantung Sarung Tinju, Floyd Mayweather: I'll be Back!
-
IOC Tolak Pengajuan Manny Pacquiao untuk Bertanding di Olimpiade 2024 Paris
-
Ngeri! Petinju Floyd Mayweather Pertaruhkan Kekayaan Lewat Judi Poker di Jet Pribadi
-
Menang Lawan YouTuber Korea Selatan, Manny Pacquiao Masih Pikirkan Rencana Naik Ring di 2023
-
Kabar Baik! Petinju Kelas Dunia Manny Pacquiao Buka Sekolah Tinju di Jakarta
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara