Suara.com - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menilai isu reshuffle kabinet sebagai hal yang biasa karena dirinya meyakini lebih baik bekerja ketimbang memikirkan isu tersebut.
"Itu hal yang biasa, semua ini titipan saja kok, jabatan, kekayaan, bahkan umur itu titipan dari Yang di Atas," kata Menteri Gobel setelah rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (20/5/2015).
Dia mengatakan, hanya Presiden yang bisa menilai kinerja para menterinya.
"Yang bisa menilai itu kan Presiden yang sudah mempercayakan dan mengamanahkan," katanya.
Sebelumnya, santer diberitakan Rachmat Gobel bakal digeser posisinya dari Menteri Perdagangan ke Menteri Perindustrian.
Menanggapi hal itu, dia menegaskan tidak akan berkomentar banyak atas sesuatu yang sudah menjadi hak prerogatif Presiden.
"Itu hak prerogatif Presiden yang jelas kita kerja sebagaimana biasa, semua bekerja dengan baik," katanya.
Dia juga membantah isu perombakan kabinet akan berpengaruh pada stabilitas pasar.
"Saya kira tidak juga karena yang penting bagi pengusaha adalah konsistensi (kebijakan) karena pengusaha selalu melihat jangka panjang," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura
-
Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito