Suara.com - Penyanyi Edo Kondologit ikut bergabung di acara peringatan 17 tahun reformasi di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2015).
Ia mengatakan era reformasi banyak memberi peluang kepada rakyat untuk menjadi pemimpin.
Ia menyontohkan Presiden Joko Widodo. Edo mengatakan Jokowi merupakan salah satu produk reformasi.
"Jokowi adalah anak kandung reformasi. Beliau lahir karena reformasi. Dan reformasi itu memberikan peluang kepada kita semua. Jika kita semua punya hak yang sama juga punya kesempatan yang sama," kata Edo.
Kehadiran Jokowi sebagai Presiden, menurut Edo, merupakan antitesa jika memilih pemimpin tidak melulu harus dari kalangan militer.
"Beliau bukan dari kalangan siapa-siapa. Bukan dari keturunan jenderal. Tetapi beliau bisa membuktikan bisa menjadi presiden," kata dia.
Itu sebabnya, kata Edo, untuk meneruskan cita-cita reformasi, masyarakat perlu mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
"Kita harus tetap mengawal beliau. Saya kira reformasi ini belum selesai. Reformasi juga butuh waktu. Tetapi saya yakin, sebagaimana saya memilih Jokowi. Orang baik, akan membawa kita ke lebih baik," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana
-
Sentilan Keras Peter Gontha: Buat Apa Ada KY Jika Hakim 'Bermasalah' Adili Nadiem?
-
Tolak Pembukaan Lahan Sawit di Papua, Paul Finsen: Sampaikan ke Prabowo dan Bahlil, Setop Barang Itu
-
Gaji Pokok Nol Rupiah, Hakim Ad Hoc Curhat Pilu: Meninggal Dunia Pun Harus Urunan
-
KKP Kerahkan 1.142 Taruna ke AcehSumatra, Fokus Bersihkan Lumpur Pascabencana
-
Airlangga Hartarto Mendadak Muncul di Gedung KPK, Ada Apa?
-
KLH Siapkan Gugatan Triliunan untuk 6 Perusahaan Terduga Biang Banjir Sumatra
-
Kamuflase Bus Pekerja: Strategi PT GAN Kelabuhi Bea Cukai demi Keluarkan Barang Tanpa Izin