Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengeluhkan sikap para bawahannya yang belum bisa melayani masyarakat Jakarta dengan baik. Hal itu disampaikan Ahok dihadapan ratusan peserta diskusi internasional pembangunan kota "New Cities Summit 2015" di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2015).
"Kesulitan dalam membangun kota kami justru lebih sering muncul dari staf pemerintahan kami sendiri," kata Ahok ketika memberikan kata sambutan dengan menggunakan bahasa Inggris.
Ahok mengatakan, dirinya sering menerima banyak keluhan dari warga Jakarta terkait pelayanan di Ibu Kota.
Sebelumnya, mantan Bupati Belitung Timur itu bahkan telah membuat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk melayani masyarakat.
"Istilahnya, banyak warga yang bertanya, 'kapan perizinan untuk kami selesai diurus?’ staf kami kemudian mengatakan kapan-kapan," ujarnya.
Hal itulah yang membuat Ahok memutuskan untuk membuat PTSP untuk mengatasi kendala pelayanan.
Meski pelayanan kepada masyarakat belum maksimal, Ahok tetap bangga, lantaran telah berhasil menginisiasi pelaksanaan berbagai proyek pembangunan yang tertunda bertahun-tahun seperti mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), normalisasi sungai hingga reklamasi pulau.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi