Suara.com - Penyidik Polda Bali hari ini, Selasa (16/06/2015), memeriksa Agus (25), tersangka tunggal kasus pembunuhan Angeline dan tersangka penelantaran anak, Margriet Megawe alias Margaret (60), dengan menggunakan alat uji kebohongan yang didatangkan khusus dari Mabes Polri.
"Agenda kami hari ini melakukan pemeriksaan terhadap tersangka M, bergantian dengan AGS," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Herry Wiyanto, di Mapolda Bali, Denpasar, Selasa (16/06/2015).
Dia menambahkan, pemeriksaan dilakukan di Polda karena membutuhkan tempat yang tenang agar keduanya tidak terganggu.
Hery menjelaskan, yang pertama akan diperiksa adalah Agus, mantan pembantu Margaret dengan sejumlah pertanyaan yang sudah disiapkan oleh penyidik.
Dengan alat tersebut, pihaknya tidak mengetahui presentasi kebenarannya.
“Minimal dengan alat ini sudah diuji penggunaannya sehingga bisa mengetahui apakah ada indikasi kebohongan atau dia jujur," paparnya.
Herry menjelaskan, hasil tes uji kebohongan ini akan dijadikan dasar oleh penyidik untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Angeline ditemukan dalam kondisi tewas dalam sebuah luang dekat kandang ayam di halaman belakang rumah milik ibu angkat di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali.
Bocah kelas II SD itu semppat dikabarkan hilang oleh ibu angkatnya pada 16 Mei 2015.
Bocah kecil itu diangkat anak oleh Margaret itu sejak umur tiga hari pada tahun 2007, sejak lahir hingga meninggal belum pernah mengenal dan bertemu dengan kedua orangtua kandungnya. (Luh Wayanti)
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan