Suara.com - Seifeddine Yacoubi, pelaku penembakan di Sousse City, Tunisia, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, mendatangi lokasi pantai dengan menggunakan sebuah perahu karet. Kemudian, dengan senapan Kalashnikov yang disembunyikan dalam sebuah payung, Yacoubi menghabisi puluhan turis di pantai tersebut.
Seorang pekerja hotel tempat peristiwa itu terjadi mengatakan, Yacoubi datang tanpa alas kaki dengan sebuah perahu karet yang ia daratkan di bibir pantai. Menurut si pekerja hotel, ia mencoba berbaur dengan para turis sebelum akhirnya membunuhi turis.
"Ia menembaki dengan sepucuk Kalashnikov. Ia adalah seorang pemuda yang mengenakan celana pendek, seperti turis saja," kata si karyawan hotel seperti dikutip Daily Mail.
Senada dengan si karyawan hotel, menurut keterangan Menteri Luar Negeri Tunisia untuk urusan keamanan nasional Rafik Chelli, si pelaku masuk kompleks wisata Marhaba di Sousse City itu melalui kawasan pantai.
"Ia masuk ke pantai, berpakaian seperti orang yang hendak berenang, dan ia membawa payung pantai dengan senjata di dalamnya. Lalu ketika ia sampai di pantai ia menggunakan senjatanya," kata Rafik.
Houcine Jenayah, seorang pengusaha yang ada di lokasi mengatakan, pelaku datang ke pantai dengan perahu karetnya.
"Ia melepaskan tembakan dan ia membawa granat," kata Jenayah.
"Ia menyembunyikan Kalashnikov di dalam payung pantai yang ia bawa," lanjutnya.
Setelah melakukan aksinya, Yacoubi diburu aparat keamanan. Ia pun tewas tertembus peluru petugas. (Daily Mail)
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina
-
PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'
-
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!