Suara.com - Pelaksana tugas pimpinan KPK Johan Budi mengungkapkan teror terhadap penyidik KPK Afif Julian Miftah sudah berkali-kali terjadi.
"Sebelumnya memang ada atau sudah pernah dikomunikasikan kepada pimpinan KPK, dimana ban mobilnya dikempesin pakai paku. Belum terlalu lama ini," kata Johan Budi di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2015).
Johan menambahkan suatu hari mobil penyidik juga pernah ditabrak orang tak dikenal.
"Sebenarnya bukan hanya baru kali ini ya, penyidik juga pernah mobilnya ditabraki. Namun, jangan dulu mengaitkannya dengan kondisi saat ini apalagi kalau terkait dengan penanganan perkara di KPK," kata Johan.
KPK, kata Johan, menyerahkan penanganan kasus kepada polisi.
"Untuk itu, kita serahkan semuanya kepada pihak kepolisian," kata Johan.
Kasus terakhir yang menimpa Afif ialah depan rumahnya di Perumahan Mediterania Regensi, Jalan Anggrek blok A, RT 04/16 Kelurahan Jakamulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, ditaruh kotak yang dililit kabel.
Menurut catatan Ketua RT 04, Budi, teror yang diterima Afif sudah tiga kali terjadi. Minggu lalu, mobil Freed milik Afif ditusuk hingga delapan kali, lalu mobilnya disiram air keras.
Berita Terkait
-
Penyidik Afif Diteror Berkali-kali, KPK Beri Perlindungan Khusus
-
Polisi Diminta Ungkap Teror Berkali-kali ke Penyidik KPK Afif
-
Polisi: Kotak Dililit Kabel di Rumah Penyidik KPK Bukan Bom
-
Pemberantasan Kasus Korupsi Harus Didukung Aspek Politis
-
Jimly: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir dengan Masa Depan KPK
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat