Suara.com - Bank-bank Yunani akan tetap ditutup pada Selasa dan Rabu dengan batas penarikan harian tidak berubah, kata para pejabat Senin, ketika Bank Sentral Eropa mempertahankan bantuan likuiditasnya kepada pemberi pinjaman nasional yang kesulitan.
"Sampai Rabu (8/7/2015) malam kami melanjutkan berbagai hal bertahan sampai hari ini," kata Louka Katseli, kepala National Bank of Greece.
"Jika ada keputusan oleh Bank Sentral Eropa sementara itu memungkinkan kami untuk memodifikasi keputusan ini, akan ada keputusan baru," tambah Katseli yang berbicara atas nama asosiasi bank-bank Yunani.
Dewan gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan bantuan likuiditas darurat, menjaga bank-bank Yunani bertahan di tingkat yang ditetapkan pada 26 Juni.
Tetapi ECB mengatakan pihaknya juga telah 'menyesuaikan' jaminan yang diminta dari bank-bank Yunani dengan imbalan bantuan.
"Situasi keuangan di Republik Hellenic (Yunani) memiliki dampak pada bank-bank Yunani sejak agunan mereka digunakan dalam ELA bergantung pada tingkat signifikan aset-aset yang terkait pemerintah," katanya.
"Dalam konteks ini, dewan gubernur memutuskan hari ini untuk menyesuaikan penguragan nilai agunan yang diterima oleh bank sentral Yunani untuk ELA," ECB menambahkan, tanpa menyebutkan tingkatnya secara khusus.
Kontrol modal yang berlaku pada 28 Juni, membatasi penarikan ATM oleh warga Yunani 60 euro (67 dolar AS) per rekening per hari setelah referendum tentang persyaratan dana talangan memicu pelarian pada deposito.
Bank sentral Yunani telah meminta peningkatan bantuan likuiditas darurat (ELA) dan permintaan itu menjadi subyek dari pertemuan ECB, yang digelar sehari setelah 61 persen warga Yunani menentang langkah-langkah penghematan lebih lanjut dalam referendum pada Minggu (5/7/2015).
ELA saat ini satu-satunya sumber pembiayaan bagi bank Yunani. Tetapi dengan program dana talangan Yunani sekarang resmi berakhir dan tidak adanya program baru, kondisi untuk kelanjutannya tidak lagi terpenuhi.
Tetapi para analis percaya ECB tidak akan ingin menjadi salah satu yang menarik "steker" di Yunani dan memaksa negara itu keluar dari mata uang tunggal. (Antara/AFP)
Tag
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana