News / Nasional
Selasa, 07 Juli 2015 | 11:28 WIB
Siti Sapurah dan orangtua kandung Angeline, Rosidik dan Hamidah [suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Kepolisian Daerah Bali akan memeriksa saksi baru lagi dalam kasus pembunuhan Angeline (8). Saksi baru ini berkewarganegaraan Australia berinisial C dan diajukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

"Apapun yang berkaitan dengan kasus pembunuhan ini akan kami telusuri. Rencananya P2TP2A hari ini katanya mau membawa saksi, dimana dia seorang WNA," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Hery Wiyanto di Polda Bali, Denpasar, Selasa (7/7/2015).

Hery menambahkan polisi akan meminta keterangan siapapun yang sekiranya punya kaitan dengan kasus pembunuhan tersebut.

"Kita tidak boleh mengabaikan keterangan para saksi. Kalau kesaksiannya berkaitan dengan kasus pembunuhan ini maka kita akan ambil," ujarnya.

Saksi asal Australia tersebut, katanya, mengetahui adanya penggalangan dana untuk mencari Angeline ketika Angeline dilaporkan oleh keluarga angkatnya hilang.

Peran saksi ini, katanya, pernah membantu anak kandung Margaret, Yvonne Caroline Megawe, mencari dana.

Juru bicara sekaligus pendamping hukum P2TP2A Kota Denpasar Siti Sapurah mengatakan saksi berjenis kelamin lelaki tersebut akan dibawa ke polisi besok, Rabu (8/7/2015) jam 09.00 Wita.

"Besok dia akan kita bawa ke Polda. Dia ini juga merupakan saksi penting juga dalam kasus ini," kata Siti.

Pemeriksaan terhadap C dilakukan setelah polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di rumah Margaret, Jalan Sedap Malam 26, Denpasar. Sejauh ini, polisi masih belum bisa mengungkap siapa dalang pembunuhan tersebut karena tersangka Agus mengaku hanya disuruh Margaret membantu menguburkan jenazah Angeline.

Angeline diadopsi Margaret sejak umur tiga hari pada 2007. Sejak itu, Angeline belum pernah bertemu orangtua kandung, Hamidah dan Rosidik.

Dalam kasus Angeline, polisi sudah menetapkan dua orang menjadi tersangka kasus pembunuhan. Pertama, Agus, orang yang pernah menjadi pembantu Margaret dan kedua Margaret. Sebelumnya, Margaret juga sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus penelantaran anak.

Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orangtua angkatnya hilang pada Sabtu (16/5/2015).

Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah Margaret, dekat kandang ayam, Rabu (10/6/2015).

Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.

Dari hasil autopsi RS Sanglah, di lehernya ditemukan bekas jeratan dan banyak sekali tanda kekerasan akibat benda tumpul, bahkan sundutan rokok di tubuh bocah tersebut. Kekerasan yang diterima Angeline diduga sudah berlangsung lama.

Angeline juga menjadi korban perbuatan asusila yang dilakukan Agus. (Luh Wayanti)

Load More